Rumahku yang besar, yang megah.
Yang terlihat kuat dan kokoh.
Dicat dengan warna yang terang dan menarik.
Pembangkit semangat siapa pun yang melihatnya.
Terlihat bersih dan rapi.
Aku menjaganya sedemikian rupa.
Kusiapkan rumah itu untuk tempatnya tinggal dan menetap selamanya kelak.
Ku pastikan kenyamanan saat dia mulai masuk kali pertama, sehingga dia tak perlu keluar untuk mencari kenyamanan yang lain.
Jadi sekarang, ku tutup rapat-rapat. Ku kunci pintunya.
Aku ikat pintu pagarnya dengan rantai dan kunci gembok yang kuat.
Ya, aku lakukan untuk memastikan bahwa aku tidak akan kecolongan lagi.
Karena pernah ada yang memasuki rumah megah, besar dan kokohku.
Memasukinya hanya untuk beristirahat dan memberantaki dalamnya, dan tidak lama kemudian, keluar dengan meninggal jejak di lantai rumahku yang bersih dan mengkilap.
Tapi, jangan khawatir, sudah bersih sekarang rumahku.
Meskipun tidak mengkilap lagi lantainya seperti baru..
Sudah, sudah ku bersihkan sekuat tenaga untuk menghilangkan bekas kaki itu, ya sulit menghilangkan bekasnya, jadi, sekarang ku pastikan yang akan kubawa masuk adalah dia yang serius ingin menetap di rumahku.
Yang mau menjaga, merawat, membersihkan dan apa lagi sampai membangun rumahku.
Beberapa bulan lalu, aku bertemu dengannya.
Dia yang tertarik dengan rumahku.
Yang selalu mendekat dan berusaha mencari tau ada apa di dalamnya.
Dia selalu berdiri di depan pintu pagar rumahku.
Dia sopan.
Tak berusaha mendobrak apa lagi merusak pintu yang ku kunci.
Dia mengetuk pintu rumahku terus menerus, namun tidak memaksa dan tidak membuat gaduh.
Setia berdiri, dan menungguku membuka kan pintu.
Akhirnya, pintu pagar rumahku, ku buka kan untuknya, ku persilakan ia masuk.
Ia menikmati suasana di terasku, terlihat kenyamanan di wajahnya.
Lama ia menetap di teras rumahku.
Mengahabiskan waktu di sana.
Ketika saatnya tiba, aku membuka kan pintu rumahku untuknya.
Kubiarkan pintunya terbuka lebar agar ia bisa melihat isinya.
Namun, sudah lama sejak pintu itu ku buka, ia hanya berdiri di depannya.
Ia tetap melihat dari tempat ia berdiri di pintu itu ke dalam.
Sesekali, terbesit mimik kecewa di wajahnya.
Aku mengerti.
Ya, rumahku yang besar, megah, kokoh itu tidak sesempurna yang kamu lihat dari luar.
Cat terang pembangkit semangat itu hanya berada di luar rumahku.
Bagian dalam rumahku, bercat abu-abu.
Dan rumahku kurang penerangan.
Maka dari itu, aku membukanya untukmu.
Untuk orang yang kurasa mampu mengurus rumahku, memberi warna dan penerangan di dalamnya.
Hingga bahkan membangun rumahku sehingga benar-benar seperti apa yang orang lihat.
Jadi, tolong lah..masuk lah ke dalam, tinggal bersamaku di rumahku, bantu aku memberi warna, penerangan serta memperkuat rumahku ini.
Kelak, lelahmu akan kubayar dengan kenyamanan yang kau dapatkan ketika tinggal bersamaku nanti di rumah itu.
Karena rumahku adalah diriku, hatiku, dan kepribadianku yang akan kau nikmati semuanya tanpa pengecualian. :)({})
Selasa, 08 Oktober 2013
Rumahku
Kamis, 19 September 2013
Another 19, Another Story
Selamat tanggal 19 untuk ke-delapan kalinya ya. <3
Ini adalah tanggal 19 terburuk buat gue. Jadi ceritanya, tanggal 15, sepulang gue makrab, gue debat sama dia. Gue lebih suka nyebutnya debat sih daripada berantem, karena menurut gue berantem itu gak ada emosi yang teratur. Kalo ini, gue dan dia masih ngatur emosi kita masing-masing.
Tanggal 16, kita mulai adu argumen lagi, bagi dia, gue yang egois, bagi gue dia gak pengertian. Ntah lah siapa yang benar, yang gue tau, yang paling benar cuma Allah wk. Terus beradu pendapat, tentunya sih dengan emosi yang terkontrol, sampe akhirnya, salah satu dari kita ada yang ngajak break dan yang lainnya menyetujui.
Tanggal 17, hari pertama break gue sama dia, rasanya aneh. Bangun tidur biasanya ada yang disapa, dikabarin, disuruh ini itu sekarang gengsi mulainya-_- seharian gue bawa hp kayak bawa batu, gak ada gunanya selain pelampiasan emosi karena yang ditunggu gak muncul. Bahkan chat terakhir gue ke dia pun gak deliv. Dia paling gak suka kalo gue pulang sesudah magrib atau kelayapan kemana dulu, dan gue sengaja ngelakuin itu, niatnya sih biar dia sadar bahwa "kalo kita break atau bahkan putus, ya gue bakal balik kayak gue yang dulu, makanya lo kita jangan break atau putus" gitu, tapi apa, udah sampe magrib gue gak dapet kabar apa-apa dari dia. Sekitar jam 19-an dia ngechat gue, tentang seharian yang dia lalui, dan gue cuma read doang, kenapa? karena gue bete-_- hehe. Niatnya mau bales nanti kalo gue udah di rumah. Jam setengah delapanan gue mulai gelisah, rasanya pengen cepet-cepet pulang, selain karena pengen pup sih wk. Akhirnya gue memutuskan untuk pulang, dan sampe di rumah gue manggil dia dichat, sampe jam setengah 10 gak ada balesan. Gue kesel. Karena gue ngerasa udah ngantuk, akhirnya gue ngechat dia, dengan kata-kata sinis dan penuh emosi lah gue tuangin di situ. Gue masih tunggu 15 menitan, tapi gak ada balesan sampe akhirnya gue tertidur.
Tanggal 18, gue kebangun jam setengah 5 pagi, gue buka hp gue dan ada chat dari dia, dua. Gue baca dan isinya "aku mau operasi, doain ya biar lancar. Maafin kesalahan aku ya:)" gue cuma bengong baca chatnya. "apaansih, gak jelas!" komen gue dalam hati. Gue bales chatnya "operasi apaan?" dan dia baru read jam setengah enaman.
Akhirnya gue tau dia kenapa. Gue kaget. Speechless. Ini beneran apa mimpi ya? Hidup gue kenapa kayak sinetron gini?-_- Setelah denger kabar tentang dia, gue cuma diem dan nangis. Berenti nangis, ngelamun, nangis, berenti lagi, bengong, nangis lagi, udah gitu aja seharian itu. Antara percaya dan gak percaya. Sempet terfikir, "apa dia mau ngisengin gue ya? karena bentar lagi tanggal 19?" tapi pertanyaan itu langsung kejawab karena kakaknya sms gue dan ngabarin hal yang sama.
Sialnya, hari itu gue pulang kuliah sore. Jam 17-an gue baru jalan dari stasiun ke Jakarta, sampe di stasiun Manggarai gue naik ojek ke rumah, dan disepanjang jalan gue cuma nunduk dan nangis. Cengeng? Iya. Gue cengeng banget. Udahlah gue cengeng, ditambah denger kabar buruk tentang dia, produksi air mata di mata gue naik 100%.
Singkat cerita, gue akhirnya nyampe di Rumah Sakit tempat dia dirawat, dan setelah gue liat kondisi dia, baru lah gue percaya bahwa ini kenyataan. Bukan mimpi. Dan bukan cerita rancangan yang dia buat karena gue dan dia akan ketemu tanggal 19.
Gue sayang sama lo bukan karena kesempurnaan fisik lo. Tapi karena ketulusan lo yang sayang sama gue, yang mau berkorban dan berusaha untuk selalu ada buat gue. Gue akan tetap sayang sama lo seperti sebelum keadaan lo sekarang. Jangan minder dan jangan malu! Inget kan, lo pernah ngomong ke gue di motor, "liat orang-orang di bawah kita, lo tuh masih beruntung hidupnya" dan sekarang gue mau lo liat orang-orang 'di bawah' lo. Mereka gak seberuntung lo, tapi gak sedikit dari mereka yang bahagia dengan hidupnya.
Selamat tanggal 19 yang ke-delapan kalinya ya, Ri. Cepet sembuh biar kita bisa main bareng lagi, ketawa bareng lagi, makan bareng, dan nyolot-nyolotan lagi. :D Kangen, Ri:(
I love you. :)
Kamis, 22 Agustus 2013
Little Thing About Us
Waktu yang terasa begitu lama dan begitu banyak yang gue lewatin dan habisin bareng lo, ternyata gak selama dan secukup itu buat mengenal lo. Terlebih mengerti lo. :)
Banyak kesamaan di antara kita yang gue temui diawal waktu. Penyanyi yang kita suka, lagu yang kita suka, bahkan satu lagu yang sama yang sering kita dengerin cuma buat saling mengingat lebih detail tentang lo. Tentang gue. Dan tentang kita. :)
Hal-hal basi dan sepele yang sering lo ucapin, kalo dibayangin bikin kangen juga. Misal, saat kita tiba-tiba diem gak tau mau becandain apa di motor..
"yang.."
"apa?"
"I love you :P"
"..." :)
Gue emang diem. Secara suara. Tapi hati gue nyautin kok apa yang lo ucapin. :)
"ih, kok diem? Jawab kek yang..sakit loh ngomong gitu, tapi gak dijawab :("
:) "pikir-pikir dulu yaa!" :D
Terus lo bete :D ngambek. Dan gue meluk lo dari belakang, terus sambil ngelus tangan kiri gue yang melingkar di perut lo, lo bilang "kamu nyebelin. Jangan tinggalin aku yang.." :')
Terus waktu di jalan kita nuturin impian kita, mungkin impian gue sih sebenernya :D
"Met, nanti kalo punya rumah, aku mau halamannya bisa buat racing ya :D"
"hmm"
"Terus banyak pohonnya ya :D"
"Ragunan?"
"Ish ahaha seriuuus. Terus rumahnya gede yaa, dari luar gak keliatan kalo ada pohonnya gitu, jadi kalo maksud rumah kita kayak surprise gitu.."
"fix."
"fix apa?"
"fix gue mikir-mikir nikahin lo! :O"
Wkw jahat banget sih lo woo-.-
Hmm udah berapa kali ya selama kita lewatin waktu bareng-bareng, terucap kalimat "i love you", "aku sayang banget sama kamu" "jangan tinggalin aku, yang.." dan lain-lain? Ada seratus kali? Dua ratus? Tiga ratus? Sebanyak apa pun itu, gak kalah banyak dengan perasaan yang gue rasain sebenernya. :)
Namanya juga perjalanan, semuanya gak selalu mulus. Segitu banyaknya kesamaan segitu pula banyaknya perbedaan. :)
Lo tuh batu. Keras kepala. Tambeng. Susah dibilangin. Egois. Emosian. Posesif. Jealousan. Gue juga. :)
Terus bedanya?-_- :)
Yang beda adalah, cara kita nunjukinnya. :)
Lo batu, keras kepala, tambeng dan susah dibilangin. Sama, gue juga. :)
Bedanya, lo blak-blakan menyangkal pendapat gue, sedangkan gue, nge-iya-in pendapat lo, tapi ngulangin kesalahan yang sama terus. Kurang ajar ya gue ahaha. :)
Gue egois. Selalu mau dingertiin dan lo harus ngalah buat gue hehe .-. Ah, tapi..lo juga, egois. Maunya gue nurut terus sama lo. Woo :O Dasar, kita egois. :D :)
Hmm oh..gue tau bedanya kita..lo gak cengeng, dan gue cengeng. :)
Jadi inget waktu gue pertama kali nangis depan lo. Waktu di rumah gue. Inget gak? Lo tarik pelan kepala gue ke bahu kiri lo, lo pegang kepala belakang gue, dielus lembut..dan bilang "udah dong..jangan nangis..aku gak kemana-mana yang, aku selalu sama kamu" terus dengan lembut dan sigap lo ngelapin air mata gue. :)
Lo bilang, "janji ya sama aku, gak akan nangis-nangis kayak gini cuma karena aku? Jelek tau gak" sambil terus ngelapin air mata gue. :)
Maaf, kalo gue sering gak nepatin janji yang ini hehe. Kehilangan air mata gak seberapa, asal gak kehilangan lo. Ahaha. That's true, man. :)
Terus, saat kita buka puasa bareng. Gue ngelakuin hal bodoh yang gak lo suka. Ya ampun, muka lo pait banget saat itu. Gue takut. Lo maksa gue buat cerita kenapa gue begitu. Gue gak mau. Nyeritainnya gak pake nangis tuh gak mungkin. Tapi lo maksa dan bilang, "Permintaanku terakhir, kalo kamu gak jawab, kita pulang. Kamu kenapa begitu?". Lo tau, hal yang paling gue benci saat ketemu lo adalah saat pulang. Jadi dengan cepat, terpaksa dan sesenggukan gue jawab. Lo emang penyabar ke-empat setelah Tuhan, Nabi Ayub(eh iya bukan ya?) dan nyokab gue. Lo langsung motong omongan gue yang mulai nangis, "udah udah.." terus tarik nafas dalam-dalam dan bilang.."janji ya sama aku, gak kayak gini lagi? Dulu kamu marah-marah dan gak suka kan aku kayak gitu, sekarang kamu begitu" nada bicaranya yang lembut tapi tegas, bikin gue bersumpah gak akan begitu lagi. Gue janji. Lo sabar sekali. :)
Lo udah senyum saat itu, gue masih diem. Masih takut kalo sebenernya lo masih marah. Eh lo malah lambaiin tangan depan muka gue, "biasa aja kali yang mukanya, gak usah dijelek-jelekin gitu, sok cemberut" kata lo sambil senyam-senyum. Gue terpaksa ikutan senyam-senyum deh. Usaha lo bikin gue senyum berhasil. :)
Maaf ya gue selalu bikin lo marah. Kalo di motor suka nurunin..dabelfraizer? Dabelraizer? Apalah itu namanya. Terus kalo kalo di motor suka gigit bahu kanan lo, sampe pulang-pulang lo ngechat "yang, bahuku sakit banget yang" tapi enakan? :D
Suka ngegas si Me-pro sampe ngebut dan kamu ngancem "yang, yang..eh tambeng lo ah, bodo kalo gak dilepas gue marah, kita pulang!" :D
Terus suka nyubit pinggang kamu, sampe kamu kesakitan hehe._. :)
Terus suka gak mau jalan di sebelah kanan kamu. Aku sukanya jalan di sebelah kiri kamu. Titik. :)
Terus apa lagi ya yang pernah kita lewatin? :D
Oh ya, waktu di daerah Bypass, waktu mau anterin aku pulang, jalan semerawut banget, terus semua kendaraan klakson-klaksonan, aku kesel dan teriak "duh! berisik banget! sabar kali!" terus kamu nengok ke aku, ketawa, sambil nutup mulut aku, aku ngelak terus meluk kamu. Lalu kamu bilang,
"kalo bukan sama aku, jangan kayak gitu ya :)" sambil ngelus tangan aku. :)
"emang kenapa?"
"nanti lo dikejar, digebukin, gimana?!"
"..." :)
Oh ya, kamu inget waktu kita pulang dari acara nikahan kakaknya temen aku, yang waktu kita ke Kemayoran, pulang dari situ pertama kalinya kita pulang dengan keadaan berantem. :D
Inget banget deh muka kamu panik karena aku marah wkw "yang, ayuk pulang..iya nanti aku ceritain di rumah, ayuk yang.." :P
Terus itu pertama kalinya juga sepanjang jalan kita diem-dieman dan kamu ngebujuk "yang, udah dong jangan diem..maaf yang.." tapi aku tetep diemin kamu. Maaf..abis kesel hehe. Lalu kamu ngebutin motor kamu kenceng banget sampe aku terbang :O gak deng :P hehe padahal lo modus tuuh biar dipeluk :P
Kamu inget gak aku pernah nanya, "dari semua mantan dan cewek yang pernah deket sama kamu, yang paling bego atau tolol siapa yang?" :)
"Elo," jawab kamu secepat kilat, aku kaget dan ketawa :D
"Ish, serius ahaha kenapa?" :D
"Lo bego, mau aja sama gue, udah tau yang lebih baik banyak," :)
Ish ahaha sialan banget sih wkw tapi setelah aku pikir-pikir, kamu lebih bego! Mau aja sama cewek bego, woo :O hmm:)({})
Masih banyak yang pengen aku ceritain sedikit tentang kamu di sini. :)
Tapi..pikir-pikir dulu yaa :P
:)({})
Selamat 19 yang ke-7 kalinya, Ri<3
Makasih udah berubah jadi yang lebih baik sebisa kamu. :)
Makasih udah selalu mau jagain aku sebisa kamu. :)
Makasih udah selalu berusaha buat aku seneng semampu kamu. :)
Maaf kalo hingga sekarang kamu baca ini, aku masih belum ngerti dan paham dalam bersikap untuk ngadepin kamu. :)
Maaf aku selalu ngulang kesalahan yang sama yang bikin kita berantem dengan alasan yang sama. :)
Makasih mau jadi temen becanda, ketawa, curhat, bahkan jadi korban omelan aku kalo aku PMS. :P
Mungkin suatu saat kesabaran kamu akan habis ditelan egoku, tapi semoga rasa sayang kamu tetap ada meski ditelan waktu.
Sayang sama kamu selalu ya, Ri. :)
Jangan tinggalin aku. :)
I love you, Jamiiis<3({})
Wait..kok jadi aku kamu ya? Kan tadi gue elo-_- hmm
Maybe it's late, but better than never. :)
Banyak kesamaan di antara kita yang gue temui diawal waktu. Penyanyi yang kita suka, lagu yang kita suka, bahkan satu lagu yang sama yang sering kita dengerin cuma buat saling mengingat lebih detail tentang lo. Tentang gue. Dan tentang kita. :)
Hal-hal basi dan sepele yang sering lo ucapin, kalo dibayangin bikin kangen juga. Misal, saat kita tiba-tiba diem gak tau mau becandain apa di motor..
"yang.."
"apa?"
"I love you :P"
"..." :)
Gue emang diem. Secara suara. Tapi hati gue nyautin kok apa yang lo ucapin. :)
"ih, kok diem? Jawab kek yang..sakit loh ngomong gitu, tapi gak dijawab :("
:) "pikir-pikir dulu yaa!" :D
Terus lo bete :D ngambek. Dan gue meluk lo dari belakang, terus sambil ngelus tangan kiri gue yang melingkar di perut lo, lo bilang "kamu nyebelin. Jangan tinggalin aku yang.." :')
Terus waktu di jalan kita nuturin impian kita, mungkin impian gue sih sebenernya :D
"Met, nanti kalo punya rumah, aku mau halamannya bisa buat racing ya :D"
"hmm"
"Terus banyak pohonnya ya :D"
"Ragunan?"
"Ish ahaha seriuuus. Terus rumahnya gede yaa, dari luar gak keliatan kalo ada pohonnya gitu, jadi kalo maksud rumah kita kayak surprise gitu.."
"fix."
"fix apa?"
"fix gue mikir-mikir nikahin lo! :O"
Wkw jahat banget sih lo woo-.-
Hmm udah berapa kali ya selama kita lewatin waktu bareng-bareng, terucap kalimat "i love you", "aku sayang banget sama kamu" "jangan tinggalin aku, yang.." dan lain-lain? Ada seratus kali? Dua ratus? Tiga ratus? Sebanyak apa pun itu, gak kalah banyak dengan perasaan yang gue rasain sebenernya. :)
Namanya juga perjalanan, semuanya gak selalu mulus. Segitu banyaknya kesamaan segitu pula banyaknya perbedaan. :)
Lo tuh batu. Keras kepala. Tambeng. Susah dibilangin. Egois. Emosian. Posesif. Jealousan. Gue juga. :)
Terus bedanya?-_- :)
Yang beda adalah, cara kita nunjukinnya. :)
Lo batu, keras kepala, tambeng dan susah dibilangin. Sama, gue juga. :)
Bedanya, lo blak-blakan menyangkal pendapat gue, sedangkan gue, nge-iya-in pendapat lo, tapi ngulangin kesalahan yang sama terus. Kurang ajar ya gue ahaha. :)
Gue egois. Selalu mau dingertiin dan lo harus ngalah buat gue hehe .-. Ah, tapi..lo juga, egois. Maunya gue nurut terus sama lo. Woo :O Dasar, kita egois. :D :)
Hmm oh..gue tau bedanya kita..lo gak cengeng, dan gue cengeng. :)
Jadi inget waktu gue pertama kali nangis depan lo. Waktu di rumah gue. Inget gak? Lo tarik pelan kepala gue ke bahu kiri lo, lo pegang kepala belakang gue, dielus lembut..dan bilang "udah dong..jangan nangis..aku gak kemana-mana yang, aku selalu sama kamu" terus dengan lembut dan sigap lo ngelapin air mata gue. :)
Lo bilang, "janji ya sama aku, gak akan nangis-nangis kayak gini cuma karena aku? Jelek tau gak" sambil terus ngelapin air mata gue. :)
Maaf, kalo gue sering gak nepatin janji yang ini hehe. Kehilangan air mata gak seberapa, asal gak kehilangan lo. Ahaha. That's true, man. :)
Terus, saat kita buka puasa bareng. Gue ngelakuin hal bodoh yang gak lo suka. Ya ampun, muka lo pait banget saat itu. Gue takut. Lo maksa gue buat cerita kenapa gue begitu. Gue gak mau. Nyeritainnya gak pake nangis tuh gak mungkin. Tapi lo maksa dan bilang, "Permintaanku terakhir, kalo kamu gak jawab, kita pulang. Kamu kenapa begitu?". Lo tau, hal yang paling gue benci saat ketemu lo adalah saat pulang. Jadi dengan cepat, terpaksa dan sesenggukan gue jawab. Lo emang penyabar ke-empat setelah Tuhan, Nabi Ayub(eh iya bukan ya?) dan nyokab gue. Lo langsung motong omongan gue yang mulai nangis, "udah udah.." terus tarik nafas dalam-dalam dan bilang.."janji ya sama aku, gak kayak gini lagi? Dulu kamu marah-marah dan gak suka kan aku kayak gitu, sekarang kamu begitu" nada bicaranya yang lembut tapi tegas, bikin gue bersumpah gak akan begitu lagi. Gue janji. Lo sabar sekali. :)
Lo udah senyum saat itu, gue masih diem. Masih takut kalo sebenernya lo masih marah. Eh lo malah lambaiin tangan depan muka gue, "biasa aja kali yang mukanya, gak usah dijelek-jelekin gitu, sok cemberut" kata lo sambil senyam-senyum. Gue terpaksa ikutan senyam-senyum deh. Usaha lo bikin gue senyum berhasil. :)
Maaf ya gue selalu bikin lo marah. Kalo di motor suka nurunin..dabelfraizer? Dabelraizer? Apalah itu namanya. Terus kalo kalo di motor suka gigit bahu kanan lo, sampe pulang-pulang lo ngechat "yang, bahuku sakit banget yang" tapi enakan? :D
Suka ngegas si Me-pro sampe ngebut dan kamu ngancem "yang, yang..eh tambeng lo ah, bodo kalo gak dilepas gue marah, kita pulang!" :D
Terus suka nyubit pinggang kamu, sampe kamu kesakitan hehe._. :)
Terus suka gak mau jalan di sebelah kanan kamu. Aku sukanya jalan di sebelah kiri kamu. Titik. :)
Terus apa lagi ya yang pernah kita lewatin? :D
Oh ya, waktu di daerah Bypass, waktu mau anterin aku pulang, jalan semerawut banget, terus semua kendaraan klakson-klaksonan, aku kesel dan teriak "duh! berisik banget! sabar kali!" terus kamu nengok ke aku, ketawa, sambil nutup mulut aku, aku ngelak terus meluk kamu. Lalu kamu bilang,
"kalo bukan sama aku, jangan kayak gitu ya :)" sambil ngelus tangan aku. :)
"emang kenapa?"
"nanti lo dikejar, digebukin, gimana?!"
"..." :)
Oh ya, kamu inget waktu kita pulang dari acara nikahan kakaknya temen aku, yang waktu kita ke Kemayoran, pulang dari situ pertama kalinya kita pulang dengan keadaan berantem. :D
Inget banget deh muka kamu panik karena aku marah wkw "yang, ayuk pulang..iya nanti aku ceritain di rumah, ayuk yang.." :P
Terus itu pertama kalinya juga sepanjang jalan kita diem-dieman dan kamu ngebujuk "yang, udah dong jangan diem..maaf yang.." tapi aku tetep diemin kamu. Maaf..abis kesel hehe. Lalu kamu ngebutin motor kamu kenceng banget sampe aku terbang :O gak deng :P hehe padahal lo modus tuuh biar dipeluk :P
Kamu inget gak aku pernah nanya, "dari semua mantan dan cewek yang pernah deket sama kamu, yang paling bego atau tolol siapa yang?" :)
"Elo," jawab kamu secepat kilat, aku kaget dan ketawa :D
"Ish, serius ahaha kenapa?" :D
"Lo bego, mau aja sama gue, udah tau yang lebih baik banyak," :)
Ish ahaha sialan banget sih wkw tapi setelah aku pikir-pikir, kamu lebih bego! Mau aja sama cewek bego, woo :O hmm:)({})
Masih banyak yang pengen aku ceritain sedikit tentang kamu di sini. :)
Tapi..pikir-pikir dulu yaa :P
:)({})
Makasih udah berubah jadi yang lebih baik sebisa kamu. :)
Makasih udah selalu mau jagain aku sebisa kamu. :)
Makasih udah selalu berusaha buat aku seneng semampu kamu. :)
Maaf kalo hingga sekarang kamu baca ini, aku masih belum ngerti dan paham dalam bersikap untuk ngadepin kamu. :)
Maaf aku selalu ngulang kesalahan yang sama yang bikin kita berantem dengan alasan yang sama. :)
Makasih mau jadi temen becanda, ketawa, curhat, bahkan jadi korban omelan aku kalo aku PMS. :P
Mungkin suatu saat kesabaran kamu akan habis ditelan egoku, tapi semoga rasa sayang kamu tetap ada meski ditelan waktu.
Sayang sama kamu selalu ya, Ri. :)
Jangan tinggalin aku. :)
I love you, Jamiiis<3({})
Wait..kok jadi aku kamu ya? Kan tadi gue elo-_- hmm
Maybe it's late, but better than never. :)
Selasa, 20 Agustus 2013
Little Memories
Ya ampun:( postingan gue sebelum ini kedelete. Aaah ribet deh kalo posting di hp tuh ya begini. Padahal tadinya, itu berupa draft, pas gue delete..eh hilang juga postingannya:( ya ampun..feel sad.
Btw hari ini gue datang lagi berkujung ke SMK gue:-) ciyee ceritanya kan udah alumni nih;p iya, gue mau ambil legalisir ijazah gue yang gue taro udah dari bulan puasa-_- gue dateng sama temen gue, Desy. Awalnya, gue sama Desy sama-sama gak mau masuk._. Takut haha tapi yaa mau gak mau, biar cepet selesai, masuk lah gue sama Desy ke dalem. Gue sama Desy masuk lewat gerbang samping, jalan tempat biasa anak-anak murid masuk, sekolah yang udah sekitar lima bulan gue tinggalin sejak UN selesai itu mulai sedikit banyak perubahan. Gue dateng pukul 11an, dan sekolahan sepi..seperti gak berpenghuni-_- mungkin karena sebagian anak kelas 12 ada yang Prakerin, dan kelas 10 11 juga lagi belajar, jadi sekolah sunyi senyap..gue sama Desy langsung ke tempat tujuan, ruang Tata Usaha. Untung di dalam sana, gak ada guru-guru dan gak terlalu ramai, jadi cepet lah ngurusin ambil legalisir dan segala macamnya. Di dalam Tata Usaha gue sempet ketemu beberapa guru. Kangen juga diajar mereka:D hehe.
Setelah ambil legalisir gue dan Desy langsung keluar dari sekolah. Awalnya, kita mau main sama Kak Indah, tapi gak jadi hehe. Jadinya, kita makan di Es Teler77, Arion. Sambil makan, banyak cerita yang harus diceritakan dan didengarkan:D misal pengalaman Desy ngelamar kerja:D dia cerita tentang gimana dia ngelamar kerja dan interview-interviewnya, gue yang belum pernah ngelamar kerja, denger ceritanya aja nervous wk._. Abis ditanya-tanya begitu, kepo banget kan, huh! Selesai isi perut sambil ngobrol-ngobrol lucyu, gue sama Desy mampir ke Toko Gunung Agung. Awalnya mau nyari novel Jingga Untuk Matahari yang KATANYA udah keluar. Tapi nyatanya..nihil-_- zz. Aaa udah keluar apa belum siiih? Jangan PHP plis:( 2 tahun lebih nunggunya, kurang setia apa sih gue? Huhu..wk. Karena novel yang dicari gak ada dan novel-novel yang gue liat gak ada yang begitu menarik, gue dan Desy memutuskan menyudahi perjalanan super singkat hari itu dan pulang ke rumah gue.
Sampe di rumah gue langsung ganti baju, dan solat. Lalu melanjutkan ngobrol-ngobrol lucunya di..kamar;;) wkw. Iya, gue ngobrol sambil liat-liat foto di hp Desy, dan banyaaakkk banget foto-foto jaman-jaman sekolah. Hebat! Sebuah foto selalu bisa membawa pikiran dan perasaan kita kembali ke saat-saat seperti yang ada di gambar itu. Langsung gue terserang malarindu3-| foto-foto waktu sekolah, dengan berbagai situasi dan kondisi bener-bener bikin gue histeris "aaa!!! Kangeeen:'(" gak berhenti-henti. Ada yang duduk di koridor, ada yang di dalem kelas, ada yang waktu ngebina adik-adik untuk OSIS, ada yang waktu LDKS, ada yang waktu LDKO, ada yang waktu hari itu gak ada tujuan akhirnya ke Monas ntah-untuk-apa dan kemudian lanjut ke Istiqlal. Kangen:'( sekarang semua udah punya jalan masing-masing. Udah mencar ngejar tujuan dan cita-cita masing-masing. Semoga mereka gak pernah lupa susah-senang yang dulu pernah dilewatin di sekolah. :')
Dan hal yang menyedihkan dari perasaan kangen adalah, kita gak bisa balik lagi untuk ke tempat itu. Dan kalau pun balik lagi, perasaan yang sama itu gak ada:')
Memories are memories. They're alive when you close your eyes and try to remember about it. :')
Btw hari ini gue datang lagi berkujung ke SMK gue:-) ciyee ceritanya kan udah alumni nih;p iya, gue mau ambil legalisir ijazah gue yang gue taro udah dari bulan puasa-_- gue dateng sama temen gue, Desy. Awalnya, gue sama Desy sama-sama gak mau masuk._. Takut haha tapi yaa mau gak mau, biar cepet selesai, masuk lah gue sama Desy ke dalem. Gue sama Desy masuk lewat gerbang samping, jalan tempat biasa anak-anak murid masuk, sekolah yang udah sekitar lima bulan gue tinggalin sejak UN selesai itu mulai sedikit banyak perubahan. Gue dateng pukul 11an, dan sekolahan sepi..seperti gak berpenghuni-_- mungkin karena sebagian anak kelas 12 ada yang Prakerin, dan kelas 10 11 juga lagi belajar, jadi sekolah sunyi senyap..gue sama Desy langsung ke tempat tujuan, ruang Tata Usaha. Untung di dalam sana, gak ada guru-guru dan gak terlalu ramai, jadi cepet lah ngurusin ambil legalisir dan segala macamnya. Di dalam Tata Usaha gue sempet ketemu beberapa guru. Kangen juga diajar mereka:D hehe.
Setelah ambil legalisir gue dan Desy langsung keluar dari sekolah. Awalnya, kita mau main sama Kak Indah, tapi gak jadi hehe. Jadinya, kita makan di Es Teler77, Arion. Sambil makan, banyak cerita yang harus diceritakan dan didengarkan:D misal pengalaman Desy ngelamar kerja:D dia cerita tentang gimana dia ngelamar kerja dan interview-interviewnya, gue yang belum pernah ngelamar kerja, denger ceritanya aja nervous wk._. Abis ditanya-tanya begitu, kepo banget kan, huh! Selesai isi perut sambil ngobrol-ngobrol lucyu, gue sama Desy mampir ke Toko Gunung Agung. Awalnya mau nyari novel Jingga Untuk Matahari yang KATANYA udah keluar. Tapi nyatanya..nihil-_- zz. Aaa udah keluar apa belum siiih? Jangan PHP plis:( 2 tahun lebih nunggunya, kurang setia apa sih gue? Huhu..wk. Karena novel yang dicari gak ada dan novel-novel yang gue liat gak ada yang begitu menarik, gue dan Desy memutuskan menyudahi perjalanan super singkat hari itu dan pulang ke rumah gue.
Sampe di rumah gue langsung ganti baju, dan solat. Lalu melanjutkan ngobrol-ngobrol lucunya di..kamar;;) wkw. Iya, gue ngobrol sambil liat-liat foto di hp Desy, dan banyaaakkk banget foto-foto jaman-jaman sekolah. Hebat! Sebuah foto selalu bisa membawa pikiran dan perasaan kita kembali ke saat-saat seperti yang ada di gambar itu. Langsung gue terserang malarindu3-| foto-foto waktu sekolah, dengan berbagai situasi dan kondisi bener-bener bikin gue histeris "aaa!!! Kangeeen:'(" gak berhenti-henti. Ada yang duduk di koridor, ada yang di dalem kelas, ada yang waktu ngebina adik-adik untuk OSIS, ada yang waktu LDKS, ada yang waktu LDKO, ada yang waktu hari itu gak ada tujuan akhirnya ke Monas ntah-untuk-apa dan kemudian lanjut ke Istiqlal. Kangen:'( sekarang semua udah punya jalan masing-masing. Udah mencar ngejar tujuan dan cita-cita masing-masing. Semoga mereka gak pernah lupa susah-senang yang dulu pernah dilewatin di sekolah. :')
Dan hal yang menyedihkan dari perasaan kangen adalah, kita gak bisa balik lagi untuk ke tempat itu. Dan kalau pun balik lagi, perasaan yang sama itu gak ada:')
Memories are memories. They're alive when you close your eyes and try to remember about it. :')
Langganan:
Postingan (Atom)

