Sabtu, 21 Desember 2013
Minggu, 01 Desember 2013
Hello December!
Cepet banget deeh, udah Desember ajaa, berarti, kalo dikasih kesempatan, 2013 akan segera berakhir, uyeea(~ ^^)~ cepet banget, waktu berjalan sangaaat cepat dan karena waktu berjalan sangat cepat jadi deadline puun makin dekat!!:O
Gile gile semua tugas berakhir di Desember, karena berakhir di Januari adalah kisah cintanya Glenn Fredly #apeu.
Tugas foto, tugas makalah, pameran, hunting bareng semua di Desember. Dan belum berhenti di situ eey, beberapa hari setelah new year gue akan ketemu dengan UAS. Uuu so sweet 9eeLhAAA.
Btw, Desember yaa..apa ya yang diinget dari Desember? muahaha banyak lah! People put many stories in my life on December, thankies buddyyy!<3
Kisah seneng, sedih, mengharukan, bahagia, menjengkelkan alhamdulillah melukiskan warna-warni bulan Desember yang udah hampir (insyaAllah, kalo nyampe) 19 tahun gue lewatin. Sweet yaa ahaha!
Dan lukisan warna baru di Desember tahun ini adalah gue harus mengejar22 tugas dan dosen22 nih guys uuu. This's gonna be tiring month, I guess. Huft!
Ngomong-ngomong kisah di Desember, gue mau berbagi cerita ah ahaha. Mungkin gue udah pernah cerita kali ya? Tapi gue gak bosen sih buat ngulang-ngulang ceritanya ahaha. Jadi, Desember tahun lalu, hmm tepatnya 19 Desember 2012, hari Rabu, gue ketemu seorang cowok. Sebenernya sih namanya udah familiar di kuping gue wkw yaa cuman baru ketemu orangnya saat itu. Gue tau dia cuma sederhana aja sih, katanyaa orangnya tinggi, agak putih dikit, lumayan cakep, perhatian dan baik bgt sama cewek, solid sama tmn2nya romantis tapi gak lebay! Ahaha pas dibilangin gitu, gue penasaran gitu orangnya kayak apa, oya satu lagi, "itu looh yang motornya gedee" yakkkeeelah bro, tapi karena gak penting juga kan gue harus nungguin dia di sekolah gitu2 dan lain-lainnya, karena dia emang satu sekolah sama gue hehe jadi gue sebatas stalking him on twitter, itu juga jarang sih, iseng aja kalo nganggur, abis gak ngerti tweetnya buat apa gitu2, tapi humoris sih.. Udah buka avatarnya berkali-kali tapi tetep gak tau dan gak ngeh dia yang mana. Sampe akhirnyaa, gue main ke rumah temen gue, adek kls sih tepatnyaa, terus ternyata dia mau dateng juga, disuruh nyusul baaah kalo jodoh mah emang gak kemana guyyys:$ ahaha dan gak berapa lama dia dateng!! Awal ngeliat pertama kali sih ya biasa aja, cuman "oh itu orangnya" gitu. Cuman gue kan kepo-kepo gimana gitu yaa, kalo ngeliat orang gak bisa sebentar hehe jadi setiap gue mau liat dia, dia liat gue juga wkw duh gimana tuh??! yaudah deh akhirnya gue curpan-curpan gitcyu..eh taunya dia juga bwahahaha! Gue lagi lirik dia, dia juga lagi lirik gue ahaha bego sumpah, suka lo ye sama gue?:$ ahahaha! Terus kan udah seneng22 gitu lah yaa guenyaa, abisan dilirik2 sama orang yang gue pengen lirik juga(?) terus dia ngobrol tuh sama temennya, eh tiba-tiba temennya manggil gue!! and you know what?! dia nanyain temen gue lewat temennya................................................................... #foreveralone
Jumat, 01 November 2013
Dunia Baru
Lama tak bersua( '-')
Alhamdulillah, besok 02 November 2013, genap dua bulan resmi jadi Mahasiswa Fotografi wkw. Rasanya? Dunia-kemahasiswaan-keras, bro( T_T)/||
Awal ngebayangin jadi mahasiswa adalah kebebasan. Masuk bebas, pulang bebas, baju bebas, yang penting absen, tugas, dan lo ngerti sama hal-hal yang dipelajari. Dan ternyata? semua tidak semulus itu, guys.
Tugas? itu udah bukan makanan pokok lagi, tapi cemilan.
Ditolak calon pacar saat nembak, gak seberapa sedihnya dibanding tugas-tugas lo yang lo buat susah payah ditolak dosen.
Tidur? gileee, semahal-mahalnya kamera dan propertinya, lebih mahal lagi waktu tidur.
"Duileee, segitunya?"
IYA! Segitunya!
Dari TK sampe SMK, sekolah gue selalu 'tinggal ngesot' dari rumah. Masuk setengah tujuh, bangun jam enam mah biasa aja~
Masuk setengah tujuh, berangkat jam 06.25 mah biasa aja~
Masuk setengah tujuh, berangkat jam 09.00 dari rumah? Biasa aja~
Sekarang? Gue harus bangun pagi-pagi untuk naik bus ke stasiun, lalu naik kereta ke arah Depok dan naik angkot lalu jalan sedikit untuk sampai ke kelas di Kampus yang semuanya membutuhkan waktu tiga jam dari bangun tidur hingga sampe di Kampus.
Capek? Pasti. Buktinya dua bulan kuliah, gue udah turun 4 kilo HAHAUAHUAHA canggih bukan;) bisa dibayangkan kalo 4 bulan, 6 bulan, 8 bulan, setahun, dua tahun dan tiga tahun gue kuliah?! tinggal tulang dan kentut-_- udeh bukan kurus lagi-_-
Rasa capek, lelah, pengen bolos, atau pengen gabut sehariii aja itu pasti ada. Tapi, gue coba berusaha enjoy jalaninnya, karena gue kayak gini gak sendiri :) temen-temen gue merasakan apa yang gue rasakan kok;;) bahahaha!
Hal-hal kayak gini udah gue pikirin jauh jauh sebelum gue keterima di Kampus gue yang sekarang ini kok. Dan gue udah deal dengan diri gue sendiri untuk sanggup ngejalaninnya. Dan kalo suatu saat terjadi hal-hal apaa gitu, gue juga udah memikirkan apa yang harus gue lakuin. Jadi, jalanin aja. :)
Anyway, kenapa gue pilih Fotografi? Karerna gue suka. Gue tertarik. Dan sekarang gue sedang belajar mencintainya. Ciye elaaah ahahaha!
Gue kenal dunia fotografi dari SMP tepatnya, dan gue suka sama fotografi, tapi sebatas suka aja, gak bermaksud untuk memperdalami lagi, karena juga salah satu orangtua gue cuma merespon "semua orang juga bisa motret, cari kerjaan yang orang lain jarang bisa" pas gue bilang gue pengen sekolah fotografi.
Dari situ, gue mulai jauh-jauhin pikiran untuk masuk fotografi, dan gue berusaha untuk masuk Psikologi.
Iya, gue SMK, gue belajar Multimedia, tapi gue juga tertarik dengan Psikologi. Psikologi menurut gue keren, bisa membaca karakter atau perasaan seseorang dari tubuh, gerakan, cara berbicara dan lain sebagainya, sepupuan sama dukun kayaknya..wkw.
Tapi salah satu orangtua gue malah bilang "kamu yakin mau Psikologi? kamu harus rajin baca, ngafal, dan gak boleh jenuh. Gak yakin kamu bakal bertahan di sana" jengjeeeng!!
"HADUUUH, jadi aku harus gimanaa??? Nikahin aku sama pangeran Inggris aja deh Ma, Pa!!>o< ._."
Setelah berdebat, ngegalau, bingung, dan bengong yang cukup lama, akhirnya gue putuskan untuk memperdalam apa yang gue suka dan tertarik-in. Yap, fotografi.
Gue emang suka Psikologi, tertarik banget malah. Tapi, untuk duduk, diem, baca buku, ngafal dan lain sebagainya, gue gak suka. Jenuh, men. Bekerja diem di satu tempat menurut gue membosankan. Kita harus melihat hal baru agar muncul sesuatu yang baru di pikiran kita, yaitu ide. Jadi, gue pilih fotografi.
Dan dua bulan gue menjadi Mahasiswa Fotografi, rasanya...seru! :D meskipun capek, penat, jenuh dan bosan udah pernah gue rasain tapi gue gak berfikir untuk berhenti. Walaupun sesekali berfikir sih untuk istirahat...bolos sehari gitu misalnya :| tapi di Kampus gue bolos tidak semudah dulu di SMK huhu.
Baiklaah, semoga Allah selalu mempermudahkan jalan gue dan temen-temen seangkatan gue di perkuliahan ini. Aamiin O:)
Goodluck for me!
Goodluck for you!
Goodluck for us! ;)
Selasa, 08 Oktober 2013
Rumahku
Rumahku yang besar, yang megah.
Yang terlihat kuat dan kokoh.
Dicat dengan warna yang terang dan menarik.
Pembangkit semangat siapa pun yang melihatnya.
Terlihat bersih dan rapi.
Aku menjaganya sedemikian rupa.
Kusiapkan rumah itu untuk tempatnya tinggal dan menetap selamanya kelak.
Ku pastikan kenyamanan saat dia mulai masuk kali pertama, sehingga dia tak perlu keluar untuk mencari kenyamanan yang lain.
Jadi sekarang, ku tutup rapat-rapat. Ku kunci pintunya.
Aku ikat pintu pagarnya dengan rantai dan kunci gembok yang kuat.
Ya, aku lakukan untuk memastikan bahwa aku tidak akan kecolongan lagi.
Karena pernah ada yang memasuki rumah megah, besar dan kokohku.
Memasukinya hanya untuk beristirahat dan memberantaki dalamnya, dan tidak lama kemudian, keluar dengan meninggal jejak di lantai rumahku yang bersih dan mengkilap.
Tapi, jangan khawatir, sudah bersih sekarang rumahku.
Meskipun tidak mengkilap lagi lantainya seperti baru..
Sudah, sudah ku bersihkan sekuat tenaga untuk menghilangkan bekas kaki itu, ya sulit menghilangkan bekasnya, jadi, sekarang ku pastikan yang akan kubawa masuk adalah dia yang serius ingin menetap di rumahku.
Yang mau menjaga, merawat, membersihkan dan apa lagi sampai membangun rumahku.
Beberapa bulan lalu, aku bertemu dengannya.
Dia yang tertarik dengan rumahku.
Yang selalu mendekat dan berusaha mencari tau ada apa di dalamnya.
Dia selalu berdiri di depan pintu pagar rumahku.
Dia sopan.
Tak berusaha mendobrak apa lagi merusak pintu yang ku kunci.
Dia mengetuk pintu rumahku terus menerus, namun tidak memaksa dan tidak membuat gaduh.
Setia berdiri, dan menungguku membuka kan pintu.
Akhirnya, pintu pagar rumahku, ku buka kan untuknya, ku persilakan ia masuk.
Ia menikmati suasana di terasku, terlihat kenyamanan di wajahnya.
Lama ia menetap di teras rumahku.
Mengahabiskan waktu di sana.
Ketika saatnya tiba, aku membuka kan pintu rumahku untuknya.
Kubiarkan pintunya terbuka lebar agar ia bisa melihat isinya.
Namun, sudah lama sejak pintu itu ku buka, ia hanya berdiri di depannya.
Ia tetap melihat dari tempat ia berdiri di pintu itu ke dalam.
Sesekali, terbesit mimik kecewa di wajahnya.
Aku mengerti.
Ya, rumahku yang besar, megah, kokoh itu tidak sesempurna yang kamu lihat dari luar.
Cat terang pembangkit semangat itu hanya berada di luar rumahku.
Bagian dalam rumahku, bercat abu-abu.
Dan rumahku kurang penerangan.
Maka dari itu, aku membukanya untukmu.
Untuk orang yang kurasa mampu mengurus rumahku, memberi warna dan penerangan di dalamnya.
Hingga bahkan membangun rumahku sehingga benar-benar seperti apa yang orang lihat.
Jadi, tolong lah..masuk lah ke dalam, tinggal bersamaku di rumahku, bantu aku memberi warna, penerangan serta memperkuat rumahku ini.
Kelak, lelahmu akan kubayar dengan kenyamanan yang kau dapatkan ketika tinggal bersamaku nanti di rumah itu.
Karena rumahku adalah diriku, hatiku, dan kepribadianku yang akan kau nikmati semuanya tanpa pengecualian. :)({})


